![]() |
| By Bachtiar Aras |
Anak-anak belajar secara alami –
mereka penuh rasa ingin tahu, penuh minat, dan semangat untuk mempelajari
hal-hal baru. Cara yang terbaik untuk mengajarkan anak adalah
mengembangkannya melalui kegiatan bermain yang alami itu.
ANAK
BELAJAR MELALUI BERMAIN. Anak memang sangat aktif dalam bermain dan enjoy
banget. Bagi anak, bermain adalah pekerjaan mereka. Bermain itu membantu
perkembangannya secara total dan sebaiknya digabungkan dengan semua
yang dilakukan anak.
ANAK BELAJAR DENGAN MELAKUKAN. Anak belajar
melalui keterlibatan langsung yang aktif dengan objek-objek nyata (konkret).
Mereka perlu pengalaman-pengalaman langsung dengan hal-hal riil seperti
misalnya eksperimen-eksperimen sains, konstruksi, projek-projek seni, role play serta field trips atau kunjungan ke tempat-tempat tertentu sesuatu dengan tema pembelajaran.
ANAK
BELAJAR MELALUI INDERANYA. Anak belajar dengan melihat, mendengar,
meraba dan mencium. Bayangkan bila semua indera seperti jalan. Maka
lebih banyak jalan yang menuju ke otak lebih banyak pula kemungkinan
terjadinya proses belajar. Dalam hal ini sensory learning membutuhkan
berbagai media dan materi guna merangsang setiap indera anak. Masih ingat dengan pameo yang berkata, "Aku Mendengar dan aku lupa, Aku melihat dan aku mengingat, Aku melakukan dan aku mengerti.
ANAK
BELAJAR MELALUI BAHASA. Anak perlu untuk bercerita mengenai
pengalaman-pengalamannya serta untuk mengungkapkan secara verbal apa
yang sedang mereka pikirkan. Guru dapat membantu kemampuan berbahasa
dengan cara menceriterakan apa saja yang sedang mereka lakukan,
menyebutkan objek-objek, menjelaskan apa yang sedang dipikirkan anak
serta bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan .
ANAK BELAJAR
SAMBIL BERGERAK. Anak-anak selalu bergerak. Mereka memiliki daya
konsentrasi yang terbatas dan biasanya tidak sanggup lama duduk tenang
sambil menulis ataupun menggambar. Arahkan energi mereka dengan
pengalaman menggunakan seluruh tubuh mereka di mana mereka dapat
bergerak dan menggunakan tangan, kaki, kepala serta seluruh badan mereka
untuk belajar.
ANAK BELAJAR KARENA TERMOTIVASI. Motivasi adalah
kunci untuk belajar. Bahan-bahan yang menarik serta lingkungan yang
penuh rangsangan akan dapat mencetuskan keingintahuan anak serta
membangkitkan semangat untuk belajar. Pujian, hadiah-hadiah dan juga
orang tua serta guru yang menampakkan kepuasan serta kesenangan mereka
serta sebab-sebab pribadi lainya dapat menambah motivasi anak untuk
belajar.
ANAK BELAJAR PADA TINGKATAN MEREKA MASING-MASING.
Ketahuilah latar belakang kehidupan serta ketrampilan anak didik Anda.
Hal ini akan dapat membantu Anda dalam membentuk suatu program yang
tepat bagi masing-masing anak. Bila aktifitas-aktifitasnya terlalu
mudah, anak akan bosan, tapi bila terlalu sukar, anak dapat frustrasi.
Pecahkan aktifitas yang sukar menjadi beberapa langkah yang kecil agar
setiap anak dapat sukses dan dapat bergerak dari aktifitas yang
sederhana ke aktifitas yang semakin kompleks.
ANAK BELAJAR MELALUI
PUJIAN DAN PENGUATAN. “Tidak ada yang sukses seperti sukses itu
sendiri.” Pengalaman-pengalaman yang positif serta pujian mendorong anak
untuk lebih belajar sambil membangun percaya diri. Berilah anak didik
Anda dorongan yang terus menerus dengan senyuman, acungan jempol, serta
dorongan secara verbal.
ANAK BELAJAR MELALUI MENIRU.. Anak belajar
dari mengamati orang lain lalu meniru apa yang mereka lihat dan dengar.
Anak juga meniru nilai-nilai serta sikap yang mereka lihat pada orang
tua, guru serta lingkungan sekitar.
ANAK BELAJAR MELALUI PENGULANGAN.
Anak mendapat pengetahuan melalui pengulangan dan melalui
pengalaman-pengalaman yang telah didapat selama ini. Jumlah waktu yang
digunakan dalam aktifitas-aktifitas juga merupakan faktor yang
signifikan dalam hal belajar.
ANAK BELAJAR DARI BEREKSPERIMEN. Anak
memerlukan kebebasan untuk mencoba, menjelajahi, bereksperimen dan
memilih. Karena mereka belajar melalui trial dan error, terimalah
kesalahan mereka lalu berilah feedback dan dukungan.
ANAK BELAJAR
MELALUI PENAMPAKKAN. Anak seperti spons ,Karena itu mereka paling
banyak belajar di tahun-tahun usia balita dibandingkan dengan
tahun-tahun lainnya.. Mereka perlu dirangsang dengan berbagai macam
bahan, aktifitas serta pokok persoalan.
ANAK BELAJAR MELALUI
INTERAKSI DENGAN TEMAN. Menakjubkan sekali. Begitu banyak yang dapat
dipelajari anak melalui berbicara, mengamati serta bermain dengan
teman-temannya, saudara dan lainnya di dalam lingkungannnya. Mengajarkan
sesuatu pada anak melalui teman sebayanya merupakan cara belajar yang
tidak dapat dianggap remeh.
ANAK BELAJAR DI LINGKUNGAN YANG POSITIF.
Anak perlu merasa dicintai, aman serta terjamin bila harus belajar.
Suasana yang hangat dan diterima akan lebih menguntungkan daripada
suasana penuh ancaman ataupun kompetitif.
ANAK BELAJAR BILA
KEBUTUHAN FISIKNYA TERPENUHI. Anak yang lapar, ngantuk atau stres akan
mengalami kesulitan dalam belajar. Pastikan anak menerima gizi yang
cukup, istirahat yang cukup serta dukungan emosional yang terpenuhi.
ANAK
BELAJAR MELALUI SUATU KESELURUHAN. Belajar tidak terisolasi tapi
seharusnya dihubungkan dan terintegrasi di dalam semua aspek dari sebuah
kurikulum. Belajar juga sebaiknya terfokus pada anak secara keseluruhan
dengan memenuhi semua kebutuhan fisik, sosial, emosional dan
intelektual si anak.
Nah, bila garis-garis pedoman tersebut di atas
diikuti, anak akan ke sekolah dengan penuh semangat, belajar dengan
semangat pula serta menjadi murid yang mandiri. Mereka akan dapat
memiliki dasar yang kuat, percaya diri akan kemampuan-kemampuannya serta
memiliki ketrampilan sepanjang hidupnya yang akan membantu mereka untuk
selalu ingin belajar.
Demikianlah sekelumit penjelasan bagaimana anak didik Anda belajar. Mudah-mudahan dengan ‘input’ tersebut di atas , Anda akan lebih dapat mengerti tingkah laku anak didik Anda serta mengarahkannya dengan lebih baik lagi.
Demikianlah sekelumit penjelasan bagaimana anak didik Anda belajar. Mudah-mudahan dengan ‘input’ tersebut di atas , Anda akan lebih dapat mengerti tingkah laku anak didik Anda serta mengarahkannya dengan lebih baik lagi.
